Timbun Hektaran Sawah di Sidayu klungkung
Semarapura (Bali Post) -Hujan yang mengakibatkan banjir beberapa pekan terakhir, membuat hektaran sawah di wilayah Sidayu, Banjarangkan tertimbun lumpur berpasir setelah air tukad Jinah yang ada di sekitarnya meluap dan menghanyutkan material pasir. Tidak hanya menimbun lahan produktif, meluapnya air tukad Jinah juga sempat menghanyutkan beberapa ekor ternak sapi warga sekitar.
''Ya, banyak lahan warga yang belum bisa dimanfaatkan untuk bertani sekarang. Malah, dua ekor sapi milik warga juga sempat hanyut,'' ujar warga Sidayu, Ketut Wena, Minggu (24/7) kemarin.
Tumpukan lumpur berpasir disertai sampah menimbun areal persawahan yang ada di timur dan barat Tukad Jinah. Namun, yang terparah terjadi di sebelah timur tukad. Ironisnya, selain akibat timbunan lumpur, banyak juga lahan produktif di kawasan Sidayu yang tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk bertani. Akibat lahan tersebut sudah berpindah tangan dari warga sekitar ke pemodal. ''Hal itu, terlihat dari adanya aktivitas sejumlah pekerja yang sedang melakukan pembangunan. Katanya sih untuk pembangunan vila atau bungalo,'' sebut Wena.

Warga Sidayu lain, Wayan Parna menyebutkan, sekitar 10 hektar lahan di sekitar Tukad Jinah (dekat pantai Sidayu-red), sudah berpindah tangan. Itu terjadi sejak tahun 90-an. Karenanya, keberadaan lahan pertanian milik warga sudah menyusut dan kondisi itu dipastikan akan terus meningkat. Apalagi, saat ini banyak lahan warga yang juga tertimbun lumpur, sampah ketika musim hujan. (kmb20)
»» READMORE...
Semarapura (Bali Post) -Hujan yang mengakibatkan banjir beberapa pekan terakhir, membuat hektaran sawah di wilayah Sidayu, Banjarangkan tertimbun lumpur berpasir setelah air tukad Jinah yang ada di sekitarnya meluap dan menghanyutkan material pasir. Tidak hanya menimbun lahan produktif, meluapnya air tukad Jinah juga sempat menghanyutkan beberapa ekor ternak sapi warga sekitar.
''Ya, banyak lahan warga yang belum bisa dimanfaatkan untuk bertani sekarang. Malah, dua ekor sapi milik warga juga sempat hanyut,'' ujar warga Sidayu, Ketut Wena, Minggu (24/7) kemarin.
Tumpukan lumpur berpasir disertai sampah menimbun areal persawahan yang ada di timur dan barat Tukad Jinah. Namun, yang terparah terjadi di sebelah timur tukad. Ironisnya, selain akibat timbunan lumpur, banyak juga lahan produktif di kawasan Sidayu yang tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk bertani. Akibat lahan tersebut sudah berpindah tangan dari warga sekitar ke pemodal. ''Hal itu, terlihat dari adanya aktivitas sejumlah pekerja yang sedang melakukan pembangunan. Katanya sih untuk pembangunan vila atau bungalo,'' sebut Wena.

Warga Sidayu lain, Wayan Parna menyebutkan, sekitar 10 hektar lahan di sekitar Tukad Jinah (dekat pantai Sidayu-red), sudah berpindah tangan. Itu terjadi sejak tahun 90-an. Karenanya, keberadaan lahan pertanian milik warga sudah menyusut dan kondisi itu dipastikan akan terus meningkat. Apalagi, saat ini banyak lahan warga yang juga tertimbun lumpur, sampah ketika musim hujan. (kmb20)