Rabu, 17 Agustus 2011

PERILAKU DALAM BERORGANISASI III


DESAIN, BUDAYA ORGANISASI & PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengertian Organsasi ?

Sekelompok individu yang bekerja sama dan terikat secara formal didirikan untuk jangka waktu lama untuk mencapai suatu tujuan

Pengertian Struktur Organisasi ?

Kerangka kerja formal organisasi dimana tugas – tugas dan jabatan dibagi dan dikelompokan serta dikordinasikan sehingga para karyawan bisa bekerja secara efektif dan efesien

Komponen atau unsur dalam struktur organisasi

  1. Spesialisasi kerja/pembagian kerja
  2. Departemenlisasi
  3. Rantai komando
  4. Rentang kendali
  5. Sentralisasi
  6. Desentralisasi

Bentuk Struktur Organisasi

  1. Organisasi lini (garis )
  2. Organisasi fungsional
  3. Organisasi matrik
  4. Organisasi Divisional

Konsep Struktrur Organisasi

Dalam kerangka konsep struktur organisasi akan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal jika kedua faktor ini diperhatikan dan dipertimbangkan dengan baik maka akan terbentuk struktur organisasi yang efesien dan efektif

Faktor internal dan eksternal itu adalah sebagai berikut :

1. Faktor internal yang mempengaruhi desain struktur organisasi meliputi :

=>Visi dan Misi organisasi

=>Strategi Organisasi

=>Model kepemimpinan (leadership model)

=>Kebijakan maupun prosedur

=>Budaya organisasi

2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi desain struktur organisasi antara lain :

=>Pelanggan

=>Supplier

=>Pemerintah

=> Aturan formal, hukum dan perundangan

=>Teknologi Manajemen

=> stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).

Tiga unsur desain pekerjaan dalam organisasi

  1. Pendekatan Mekanik

Upaya mengindentifikasikan tiap tugas dalam satu pekerjaan guna meminimumkan waktu dan tenaga

Hasil dalam mengidentifikasikan tiap tugas akan menentukan spesialisasi pekerjaan

  1. Aliran Kerja

Upaya organisasi atau perusahaan untuk menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan

  1. Praktek – praktek Kerja

Upaya organisasi atau perusahaan mendesain pekerjaan berdasarkan kebiasaan yang berlaku pada perusahaan, perjanjian, kontrak dan kesepakatan bersama

Budaya Organisasi

=>Budaya berasal dari bahasa latin “ Colere “ yang artinya mengolah atau mengerjakan, kemudian dalam bahasa inggris disebut “Culture” yang artinya cara atau pola hidup masyarakat

=>Secara Terminologis budaya à adalah suatu hasil dari budi dan atau daya, cipta, karya, karsa, pikiran dan adat istiadat manusia yang secara sadar maupun tidak, dapat diterima sebagai suatu perilaku yang beradab

=>Pengertian budaya organisasi

=> Adalah nilai-nilai inti dalam organisasi yang dipegang secara intensif dan dianut bersama secara meluas anggota organisasi.

=>Adalah sebuah sistem bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

=> Contoh budaya organisasi

=> Tingkat kedisiplinan

=>Pola kerja

Langkah- langkah untuk memperkuat budaya organisasi

  1. Memantapkan nilai-nilai dasar budaya organisasi
  2. Melakukan pembinaan terhadap anggota organisasi
  3. Memberikan contoh atau teladan
  4. Membuat acara-acara rutinitas
  5. Memberikan penilaian dan penghargaan
  6. Tanggap terhadap masalah eksternal dan internal
  7. Koordinasi dan kontrol

Tipologi budaya organisasi

1) Organisasi Koersif; adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.

2) Organisasi Utilitarian; adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi

Organisasi Normatif.à adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri

Perspektif Tentang Perubahan

Perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia. Perubahan mulai disadari menjadi bagian yang penting dari suatu organisasi diawali sekitar 40 tahun yang lalu. Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas produksi yang dihasilkan. Berbagai upaya dan pendekatan telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan.

Tipe Perubahan

Setiap tipe memerlukan strategi manajemen perubahan yang berbeda pula. Tiga macam perubahan tersebut adalah:

1. Perubahan Rutin, dimana telah direncanakan dan dibangun melalui proses organisasi;

2. Perubahan Peningkatan, yang mencakup keuntungan atau nilai yang telah dicapai organisasi;

3. Perubahan Inovatif, yang mencakup cara bagaimana organisasi memberikan pelayanannya.

Dua Faktor yang mempengaruhi perubahan yaitu faktor internal dan eksternal

  1. Faktor Eksternal meliputi :

a) Kelangkaan sumber daya

b) Peraturan Baru

c) Perubahan Perilaku konsumen.

d) Perubahan di pasar tenaga kerja

e) Laju inflasi yang tidak terkendali

f) Tingkat suku bunga yang tinggi

g) Persaingan yang meningkat

  1. Faktor Internal meliputi

a) Performance kerja yang jelek

b) Keinginan pimpinan perusahaan untuk membangun budaya baru.

c) Penerapan strategi baru: pengembangan bisnis /produk baru

d) Penerapan struktur organisasi baru

e) Penerapan sistim reward baru.

f) Penerapan teknologi baru

Langkah – langkah dalam menghadapi penolakan terhadap perubahan

  1. Pendidikan & Komunikasi
  2. Keikutsertaan & Keterlibatan
  3. Keringanan & Tunjangan
  4. Negosiasi & Kesepakatan
  5. Manipulasi (proses menghilangkah, mengaburkan, menyebunyikan dan menambah informasi )
  6. Kooptasi (kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain. agar kerjasama dapat berlanjut dengan baik )
  7. Paksaan Implisit & Eksplisit (dalam bentuk kehilangan pekerjaan, penundaan promosi, pemecatan dan mutasi atau pemindahan )

Tujuan Pengembangan Organisasi

  1. Menciptakan keharmonisan hubungan kerja antara pimpinan dengan staf anggota organisasi
  2. Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
  3. Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi
  4. Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan mengendalikan diri

»»  READMORE...

PERILAKU DALAM BERORGANISASI II


PERPEPSI

Persepsi adalah sebuah proses dimana individu mengatur dan menginterprestasikan kesan – kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka Misalnya semua karyawan memiliki persepsi yang sama terhadap lingkungan tempat kerja mereka, seperti lingkungan kerja yang menyenangkan, gaji yang bagus, menajemen yang pengertian dan bertanggung jawab. Walaupun pada kenyataannya sulit mendapatkan kecocokan seperti itu.

Faktor yang mempengaruhi Persepsi

  1. Faktor dalam diri pengarti

Artinya karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi seperti sikap, motif, minat, pengalaman dan harapan.

Misalnya individu yang berpengalaman lebih mudah untuk menarik perhatian dari individu yang lain

  1. Faktor dalam situasi

Artinya bagaimana waktu, keadaan atau kondisi bisa mempengaruhi persepsi

Misalnya performance seseorang bisa menarik perhatian jika penempatannya tidak tepat

  1. Faktor dalam diri target

Artinya karakteristik target yang bisa mempengaruhi apa yang diartikan seperti suara yang keras lebih mendapatkan perhatian daripada yang diam, individu yang menarik (warna kulit, jenis kelamin dsb).

Dalam pikiran manusia 82% dikendalikan oleh pikiran alam bawah sadar, 12% pikiran sadar dan 6% faktor lain

Di alam bawah sadar individu terdapat dua struktur mental yang bisa diibaratkan sebagai gunung es dari kepribadian kita, yaitu:

1. Id, atau yang disebut primary process thingking atau yang dikenal dengan EQ (Emotional Quotient) yaitu berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.

2. Superego, atau yang dikenal dengan SQ (Spiritual Quotient ) yaitu berisi

kaidahmoral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya.

3. Ego, atau yang disebut secondary process thingking atau yang dikenal dengan IQ ( Inteligents Quotient ) yaitu sebagai pengawas realitas

Pengertian motivasi

Menurut G.R. Terry

Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan.Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu prilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya.

Motivasi merupakan karakteristik psikologi manusia yang memberikan kontribusi pada tingkat komitmen seseorang, yang menjadi faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tertentu

Motivasi adalah Keadaan dalam diri individu (dorongan/drive ) yang menyebabkan mereka berbuat sesuatu / berprilaku dalam memenuhi kebutuhan (mencapai tujuan)

Simpulan Motivasi adalah serangkaian karakter dalam diri manusia yang menyebabkan orang berprilaku dalam cara tertentu

Penggolongan Motivasi :

  1. Motivasi Ekstrinsik atau Eksternal

Motivasi atau keinginan yang datang dari luar diri individu atau luar diri pekerja yang lebih muda dikelola oleh manajemen perusahaan. Hasilnya bisa positif dan negatif Bentuknya dapat berupa Imbalan (reward) dan Hukuman (pusnisment)

Misalnya :

(1) Bagi pekerja yang bersedia mencurahkan segala daya dan upayannya untuk mengembangkan perusahaan bisa diasumsikan karna mengharapkan adanya imbalan yang dijanjikan seperti promosi, kenaikan gaji atau bonus atau bisa juga sebaliknya

(2) Bagi pekerja yang bekerja dengan giat karna menghindari hukuman seperti pemotongan gaji dsb

  1. Motivasi Intrinsik atau internal

Motivasi atau keinginan yang datang dari dalam diri individu atau dalam diri pekerja Bentuknya berupa semangat, minat dan obsesi

Misalnya : para pekerja ingin mengembangkan perusahaannya dan ingin melihat perusahaan maju karna ybs ikut merintis dari awal perusahaan berdiri

Tujuan Motivasi dalam Dunia Kerja

  1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
  2. Meningkatkan produktivitas kerja
  3. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan
  4. Meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan
  5. Mengefektifkan pengadaan karyawan
  6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
  7. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan
  8. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan
  9. Meningkatkan efesiensi penggunaan peralatan dan bahan baku

Alat – alat Motivasi

  1. Material Insentive=>Konsepnya tradisonal yaitu dengan memberikan insentive
  1. Non Material Insentive=> Konsepnya model hubungan antar manusia atau SDM seperti mempertinggi kebutuhan sosial karyawan dan memberikan tanggung jawab yang lebih besar

Sub Pokok Bahasan

=> Hakekat keputusan

=>Definisi pengambilan keputusan dan urgensinya

=> Proses pengambilan keputusan dan elemen-elemen dasarnya

=>Tipologi pengambilan keputusan

=> Jenis keputusan terkait dengan masalah yang dihadapi

=>Faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan

=>Pengambilan keputusan kelompok

=>Implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan

=>Contoh keputusan

1. Manajer Puncak Menentukan tujuan2 organisasi, produk atau jasa apa yang akan dijual dan bagaimana cara terbaik untuk membiayai berbagai operasi serta dimana tempat yang tepat untuk pabrik yang baru.

2. Manajer Tingkat Menengah menentukan jadwal produksi, menyeleksi karyawan baru, dan mengevaluasi karyawan untuk kebutuhan pelatihan, pengembangan dan pembayaran

3. Karyawan/pekerja menentukan hal2 yang berkaitan dengan pekerjaannya seperti,

apakah akan datang tepat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, apakah harus

memenuhi permintaan yang dibuat oleh atasan secara jelas.

Jenis Keputusan Terkait dengan Masalah yang Dihadapi

        1. Keputusan terprogram, yaitu suatu keputusan yang terstruktur dan berulang yang dapat ditangani dengan pendekatan rutin.
        2. Keputusan tidak terprogram, yaitu suatu keputusan yang memerlukan suatu pemecahan yang dibuat sesuai kebutuhan

Faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan

  1. Kondisi Kepastian adalah suatu kondisi dimana pengambil keputusan mempunyai informasi sepenuhnya tentang masalah yang dihadapi, alternatif – alternatif pemecahan masalah yang tepat karena hasil – hasil dari setiap alternatif – alternatif pemecahan tersebut telah diketahui.
  2. Resiko adalah suatu kondisi yang dapat diidentifikasi, diprediksi kemungkinan terjadi dan kemungkinan – kemungkinan dari setiap pemecahan yang sesuai dengan hasil yang diinginkan atau dicapai
  3. Ketidakpastian adalah suatu kondisi dimana pengambil keputusan tidak memiliki kepastian atau tidak dapat menentukan sesuatu yang subyektif kedalam kemungkinan yang bersifat obyektif

Gaya Pengambilan Keputusan

  1. Gaya Direktif (Pengarahan)

adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional

2.Gaya Analitis

adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional

  1. Gaya Konseptual

adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquitas /ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga

4. Gaya Perilaku

adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi

Tiga Pandangan atau kreteria keputusan etis

  1. Utilitarian ( utilitarianisme )

Yaitu keputusan dibuat semata – mata berdasarkan hasil atau konsekuensinya misalnya dengan mempertimbangkan efesiensi, produktivitas dan laba yang tinggi

  1. Hak

Yaitu pembuat keputusan dengan penekanan pada penghormatan dan perlindungan terhadap hak – hak asasi manusia misalnya hak pribadi, berbicara dengan bebas dsb

Contoh individu/pekerja/karyawan yang melaporkan kepada pihak luar tentang perlakuan atau perbuatan tidak etis yang sudah dilakukan perusahaan kepadanya

  1. Keadilan

Artinya mengharuskan individu untuk menentukan dan menjalankan peraturan – peraturan dengan baik dan adil

Misalnya dalam hal pemberian bayaran yang sama untuk setiap individu tanpa melihat perbedaan2 kinerja, pengunaan sistem senioritas dalam membuat keputusan

Kepemimpinan

Bagaimana cara mendefinisikan seorang pemimpin atau bagaimana cara masyarakat membedakan pemimpin dengan manajer

=>Manajer mempunyai kemampuan pengelolaan yang baik.

=>Pemimpin sering diasosiasikan dengan orang yang mempunyai karisma/kekuasaan tinggi, sehingga dapat menggerakkan orang lain dengan karisma/kekuasaannya

Pengertian

=> Kepemimpinan merupakan proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok/ organisasi.

atau

=> Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kesimpulan

Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.

Unsur – unsur kepemimpinan

4 unsur penting dari definisi tersebut :

- Kepemimpinan melibatkan orang lain

- Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan

- Kepemimpinan adalah kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi tingkah laku pengikut /bawahan /orang lain

- Kepemimpinan adalah mengenai nilai à seberapa besar kemampuan dari seorang pemimpin itu bisa mempengaruhi /berpengaruh terhadap orang lain (penggabungan dari ketiga hal sebelumnya)

Jenis – Jenis Kepemimpinan

Pada dasarnya pemimpin dapat digolongkan berdasarkan berbagai jenis kegiatannya :

1. Kepemimpinan di bidang rohaniah
2. Kepemimpinan di bidang politik
3. Kepemimpinan di bidang militer, dan
4. Kepemimpinan di bidang managerial

Aspek – aspek Kepemimpinan

    1. Aspek internal à adalah pandangan seorang pemimpin ke arah masalah masalah ketata-lembagaan yang meliputi: keadaan, gerak tuntutan, dan tujuan organisasi yang dipimpinnya.
    2. Dalam aspek ini harus diperhatikan bahwa :
        1. Pandangan pemimpin terhadap organisasi harus menyeluruh.
        2. Pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan tegas.
        3. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan dilaksanakan dengan baik
        4. Hubungann dengan bawahan harus terbina baik sehingga mudah mendapatkan dukungan dan menggerakan mereka.

Konflik

adalah Proses yang bermula ketika satu pihak menganggap pihak lain secara negatif dan akan mempengaruhi sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan salah satu pihak

Perbedaan Konflik

  1. Konflik Individu adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seseorang terhadap dirinya, dengan kenyataan yang terjadi
  2. Konflik organisasi ( organizational conflict ) adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota – anggota atau kelompok – kelompok organisasi, yang timbul karena berbagai kondisi dan situasi yang ada misalnya keterbatasan sumber daya, perbedaan status/posisi/jabatan,tujuan, nilai/budaya serta persepsi.

Penyebab Terjadinya Konflik

  1. Komunikasi yang buruk

Yaitu komunikasi yang menimbulkan kesalahpahaman antara pihak-pihak yang terlibat, dan dapat menjadi sumber konflik.

Misalnya adanya hambatan dalam berkomunikasi baik secara individual, organisasional dan secara umum seperti gangguan sematik, kesalahpahaman dalam pertukaran informasi dan gangguan dalam saluran komunikasi serta ketidakkonsistenan sikap para manajer

Jenis – Jenis Konflik Dalam Kehidupan Organisasi

  1. Dilihat dari Pihak yang terlibat didalamnya

1) Konflik dalam diri individu (conflict within the individual). à yaitu konflik ini terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang melebihi batas kemampuannya.

2) Konflik antar-individu (conflict among individuals). à yaitu konflik yang terjadi karena perbedaan kepribadian (personality differences) antara individu yang satu dengan individu yang lain.

3) Konflik antara individu dan kelompok (conflict among individuals and groups). à yaitu konflik yang terjadi jika individu gagal menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok tempat ia bekerja à misalnya berhubungan dengan etika

4) Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflict among groups in the same organization). à yaitu konflik ini terjadi karena masing-masing kelompok memiliki tujuan yang berbeda dan masing-masing berupaya untuk mencapainya.

Strategi dalam menyiasati konflik

1) Menghindar

Artinya Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya.

Tujuannya agar pihak-pihak yang berkonfrontasi menenangkan diri. Dalam hal ini kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

2) Mengakomodasi

Artinya Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain.

Tujuannya mendorong terjadinya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan.

  1. Kompetisi

Yaitu menggunakan satu metode tertentu jika anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan sesuatu Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting dengan tujuan untuk alasan-alasan keamanan.

  1. Kompromi atau Negosiasi

Yaitu Masing-masing pihak memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

  1. Memecahkan Masalah atau Kolaborasi

Yaitu Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. Tetapi dalam hal ini perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

»»  READMORE...